Personel TNI-Polri Patroli Bersama Antisipasi 1 Juli
pada tanggal
Thursday, June 30, 2016
![]() |
Ilustrasi |
SAPA (BIAK) - Personel Kepolisian Resor Kabupaten Biak Numfor bersama prajurit TNI melakukan patroli bersama pada daerah rawan dalam upaya mengantisipasi gangguan kamtibmas di wilayah itu.
"Setiap tanggal 1 Juli seringkali dijadikan kelompok separatis sebagai hari bersejarah Papua Barat sehingga perlu diantisipasi dengan berpatroli bersama TNI-Polri," ungkap Kepala Bagian Operasi Polres Biak Komisaris Polisi Fauzan di Biak, Rabu.
Ia mengatakan, sasaran patroli bersama pada wilayah distrik Biak Timur, Biak Barat sekitarnya serta wilayah kampung lain yang dianggap rawan gangguan kamtibmas.
Kabag Ops Komisaris Fauzan berharap, dengan dilakukan patroli bersama akan memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat Kabupaten Biak Numfor dalam menjalankan aktivitas rutin keseharian dengan normal.
Dalam suasana umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang juga menyambut perayaan hari raya Idul Fitri 1437 H, menurut Kompol Fauzan, warga Biak harus membantu aparat keamanan TNI-Polri untuk senantiasa mewujudkan Biak selalu kondusif.
"Dengan situasi Biak tetap kondusif maka mendukung semua program pembangunan pemerintah dan setiap aktivitas masyarakat berjalan dengan lancar setiap waktu," tegasnya.
Dia mengingatkan, warga Biak ikut serta untuk memberikan informasi kepada aparat penegak hukum jika menemukan aktivitas sekelompok orang yang akan mengganggu kambtimas Biak yang dikenal sangat kondusif.
Hingga Rabu pagi, aktivitas kamtibmas di Kabupaten Biak Numfor sangat kondusif karena berbagai kegiatan pelayanan publik seperti bandara, pelabuhan laut, angkutan umum, pasar tetap beroperasi normal melayani kebutuhan warga Biak sekitarnya.
Sementara itu Kepolisian Daerah Papua mengantisipasi sejumlah wilayah yang dianggap rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang 1 Juli yang selama ini diperingati sebagai hari kemerdekaan OPM.
"Kapolres-kapolres yang berada di daerah rawan sudah diminta waspada dan melakukan pendekatan dengan masyarakat sehingga situasi di wilayah masing masing aman," kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada Antara di Jayapura, Selasa.
Daerah yang dianggap rawan di antaranya Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Jayawijaya, Lanny Jaya, Puncak, dan Kabupaten Puncak Jaya.
Untuk menjaga keamanan di wilayah tersebut polres bersama pemda setempat melaksanakan program cipta kondisi antara lain dengan melaksanakan kegiatan pertandingan olah raga dan kegiatan lainnya sesuai dengan keinginan masyarakat di daerah itu.
Bahkan, kata Waterpauw, akhir minggu lalu sudah dikirim berbagai bantuan untuk masyarakat di Distrik Gome, Kabupaten Puncak.
"Bantuan tersebut dikirim dengan menyewa pesawat dan diharapkan masyarakat tidak terpengaruh dengan ajakan-ajakan dari kelompok tertentu," kata Waterpauw.
Ketika ditanya situasi kamtibmas, putera asli Teluk Etna, Kaimana, itu mengaku saat ini secara keseluruhan di Papua aman dan terkendali.
Walaupun demikian, anggota polisi diminta tetap bersiaga dan waspada.
Tanggal 1 Juli diperingati sebagai hari kemerdekaan Organisasi Papua Merdeka (OPM), salah satu kelompok yang ingin memisahkan Papua dari NKRI.(Ant)