Bentrok Antar Kelompok Warga Belakang Pos, Satu Terkena Celurit
pada tanggal
Wednesday, March 2, 2016
SAPA (TIMIKA) – Bentrok antar dua kelompok warga yang terjadi di Jalan Maleo, belakang Kantor Pos, menyebabkan seorang warga setempat yang berprofesi sehari-hasi sebagai tukang ojek, terkena celurit dan dilarikan ke RSUD Mimika. Pasca kejadian itu, dua kelompok warga saling baku jaga dengan dilengkapi alat dan senjata tajam tradisional.
Informasi yang dihimpun menyebutka pada Selasa (1/3) sekitar pukul 08.45 Wit, terjadi aksi penyerangan oleh kelompok warga dari arah kompleks belakang Hotel Serayu terhadap salah seorang tukang ojek, BH (28) di Jalan Maleo. Atas penyerangan itu, BH terpaksa dilarikan ke RSUD Mimika akibat terkena celurit dan menyebabkan luka sobek pada bagian kepala.
Warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) kemudian balik menyerang dan melakukan pengejaran terhadap puluhan pelaku yang datang secara tiba-tiba dengan menggunakan kendaraan roda dua. Pada saat dikejar terjadi aksi serangan balasan oleh warga sekitar, para pelaku kemudian kabur dan melarikan diri. Terdapat empat unit kendaraan roda dua yang tertinggal di TKP, tiga unit diantaranya dirusak oleh warga. Aparat dengan cepat merespon kejadian itu, sehingga salah seorang yang diduga pelaku dan yang melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan celurit, langsung diamankan aparat ke Polsek Mimika Baru (Miru).
Situasi di TKP menjadi tegang, warga dari keluarga korban berdatangan ke TKP dan memberikan ancaman-ancaman akan melakukan serangan balik terhadap para pelaku. Untuk mengantisipasi terjadinya aksi serangan balasan, maka disiagakan personil baik dari Polsek Miru maupun Polres Mimika, serta satu SKK anggota Brimob Pelopor Den B Polda Papua, dan dibackup personil TNI dari Kodim 1710 Mimika.
Agar persoalan tidak meluas dan memakan banyak korban, Kapolres Mimika AKBP Yustanto Mujiharso secara langsung mengumpulkan para tokoh dari kedua belah pihak, diantaranya Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) dipimpin oleh Parjono dan ketua Ikatan Keluarga Maluku (IkaMel), Piet Rafra. Dalam pertemuan yang berlangsung di Polsek Miru, kedua belah pihak sepakat untuk meredam persoalan yang terjadi.
“Poin-poin kesepakatan yang pertama, masing-masing kepala suku mengendalikan massanya masing-masing. Yang kedua, bagaimana caranya persoalan ini tidak melebar ke mana-mana. Poin yang ketiga adalah menyerahkan masalah ini kepada kepolisian untuk mencari tersangkanya,” kata Kapolres.
Sementara itu langkah-langkah yang telah diambil kepolisian terkait kejadian ini antara lain, telah mengamankan lokasi TKP, melakukan olah TKP, mengumpulkan saksi-saksi untuk diambil keterangannya, serta melakukan pengejaran terhadap para tersangka yang melakukan aksi penyerangan di Jalan Maleo, dan juga mencari tahu pemilik dari tiga unit kedaraan roda dua yang dirusak warga di TKP. Pemilik kendaraan tersebut juga akan diperiksa terkait peristiwa yang terjadi.
“Terduga pelaku yang sudah kita amankan satu orang, nanti akan kita cek dulu, karena tidak semuanya yang melakukan itu, yang kita amankan ini yang melakukan pemukulan dengan benda keras atau benda tajam,” jelas Kapolres.
Usai melakukan pertemuan, sore harinya warga Jalan Megantara yang dilengkapi senjata tajam tradisional melakukan penyerangan ke arah Jalur satu jalan Bhayangkara. Warga Jalan Megantara berkumpul di Jalan Ki Hajar Dewantara dan sempat memalang jalan tersebut. Patroli dari Polsek Miru yang dipimpin Wakapolsek Miru Iptu Ahmad Dahlan langsung menghalau dan membubarkan warga yang sedang berupaya melakukan penyerangan balik.
Pasca kejadian Selasa pagi, aparat kepolisian masih disiagakan di TKP serta lokasi-lokasi yang di indikasikan menjadi titik kumpul warga untuk mencegah upaya-upaya serangan balasan. (Saldi Hermanto)