-->

Bupati Resmikan Pesawat dan Fasilitas Bandara Pemda Mosez Kilangin

Bupati Resmikan Pesawat dan Fasilitas Bandara Pemda Mosez Kilangin
SAPA (TIMIKA) - Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE meresmikan fasilitas bandara milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang terletak di Jalan Baru, Kwamki Baru dan Pesawat Cessna Grand Caravan 208 B EX, Kamis (25/2).

Acara peresmian ini dihadiri, Sekda Ausilius You, Ketua DPRD Mimika Elminus B. Mom Kadis Perhubungan Provinsi Papua Yusuf Yambe Yabdi yang mewakili Gubernur Papua, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mimika Jhon Rettob, VP Government Relation PT Freeport Indonesia Niko Parinusa,  Kepala SKPD dilingkup Pemkab Mimika, perwakilan TNI-Polri, Kepala Kejaksaan Timika Alex Sumarna, tokoh agama, tokoh masyarakat dan perwakilan BUMN dan BUMD.

Dalam sambutan bupati mengatakan, hasil pembangunan transportasi udara di Kabupaten Mimika telah terealisasi, dengan membangun fasilitas terminal VIP Mosez Kilangin, serta pengadaan Pesawat Cessna Grand Caravan 208 B EX dan  Helikopter.

Baca Juga


Kehadiran pesawat terbang tersebut kata bupati, sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai sarana angkutan udara dalam rangka mobilisasi dan aksebilitas penumpang dan barang.

Menurut bupati, sejauh ini pelayanan kepada masyarakat di pedalaman sangat sulit, sehingga dengan adanya pesawat serta helikopter, kiranya bisa menjawab kebutuhan masyarakat di pedalaman.

“Pesawat dan helikopter telah didatangkan, serta fasilitas telah dibangun. Pemkab akan bekerjasama dengan PT Asian One Air untuk melayani kebutuhan masyarakat di pedalaman,” ujar bupati.

Bupati menjelaskan,  pesawat dan helikopter nantinya akan digunakan  untuk pelayanan masyarakat  dan pemerintah. Sehingga, sarana udara ini akan dioperasikan secara profesional, baik secara komersial maupuan ke daerah lain.

“Serta memberikan kontribusi kepada PAD Mimika, dan juga sebagai penunjang pembangunan di Kabupaten Mimika dan Kabupaten sekitarnya,” kata bupati.

Bupati berharap, dengan adanya sarana udara ini dapat mewujudkan Kabupaten Mimika sebagai pusat jasa dan industri di Papua. 

“Diharapkan agar Helikopter segera sampai di Timika, agar bisa melayani masyarakat,” harap bupati.

Sementara,  Ketua DPRD Mimika Elminus B Mom, SE dalam sambutannya menyampaiakan terima kasih kepada Pemkab Mimika, dalam hal ini Bupati Mimika Eltinus Omaleng,  karena telah memprogamkan pengadaan pesawat serta fasilitas bandara, sesuai dengan harapan masyarakat yang ada di pedalaman.

Menurut Elminus, pengadaan pesawat tersebut dinilainya sangat membantu masyarakat di pedalaman, sehingga apa yang dibutuhkan bisa terpenuhi. 

“Saya sangat berterima kasih kepada saudara Bupati karena sudah datangkan pesawat, supaya bisa melayani masyarakat di pedalaman,” ujar Elminus.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Mimika John Rettob dalam sambutannya mengatakan, fasilitas yang telah direncanakan pada tahun-tahun sebelumnya oleh pihak terkait telah terealisasi. Namun, ada beberapa fasilitas pembangunan terminal penumpang umum dua lantai yang nantinya akan dilanjutkan pada tahun ini hingga tahun 2018.

“Semua fasilitas telah bisa dipergunakan pada tahun ini, dan ada pembangunan yang berlanjut hingga tahun 2018,” ujar Rettob.

Menurut Rettob, setelah diresmikan, maka selanjutnya akan diserahkan kepada Penyelenggara Penerbangan Navigasi Indonesia (PPNI) untuk menselaraskan satu navigasi penerbangan Indonesia, yang disepakati bersama antara Pemkab Mimika, PT Freeport Indonesia dan Dirjen Perhubungan Udara, dalam rangka pembangunan fasilitas sesi udara untuk pelayanan perintis.

“Jadi, kami sudah resmikan dan kami akan kerjasama dengan Penyelenggara Navigasi Indonesia dari beberapa pihak terkait untuk pelayanan perintis,” ujar Rettob.

Untuk diketahui, Pesawat Cessna Grand Caravan 208 B EX  berangkat dari Manado dan tiba di Timika diterbangkan oleh 4 crew, yakni  Pilot Jahron, Pilot Hari Permadi,  Co Pilot Claude, Co Pilot Wayan.

Sementara itu, kepada wartawan Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE usai meresmikan fasilitas bandara dan pesawat mengatakan, Bandara Mozez Kilangin yang baru diresmikan statusnya akan dirubah menjadi Bandara Umum.

“Statusnya bandara baru jadikan Bandara Umum tidak lagi berpatok,dengan badara milik PTFI. Jadi,  semua fasilitas setelah dibangun terminal dan lain sebagainya, tetapi tidak menutup kemungkinan pesawat dari PTFI bisa parkir di bandara yang baru dibangun pemerintah. Begitu juga, pesawat yang dibeli pemerintah bisa parkir di bandara yang dibangun PTFI,” kata bupati.

Menurut bupati, fasilitas bandara dan pesawat ini nantinya akan di kelola pihak ketiga, sehingga bisa menghasilkan PAD.

“Jadi bandara serta fasilitas yang ada ini, akan melayani para tenaga guru, kesehatan, serta masyarakat dan itupun tidak gratis. Karena sudah ada uang trasportasinya mereka, jangan pikir bahwa ini fasilitas pemerintah jadi pakai gratis, seperti itu tidak boleh,”ungkap Omaleng.

Dikatakan  bupati, sebenarnya sejak dulu Gubernur Provinsi Papua sudah merencanakan untuk pindahkan pesawat-pesawat kecil ke Timika.

“Sebab jarak dari Jayapura ke Wamena sekitar 30-40 menit, sementara dari Timika ke Wamena itu hanya 15-20 menit saja. Sehingga, memang gubernur ingin pesawat kecil-kecil yang ada di Jayapura dipindahkan ke Timika sini,” tutur Omaleng.

Lanjut bupati, sementara untuk prioritas anggaran bandara baru Rp80 miliar, tetapi dipangkas menjadi Rp35 miliar. 

“Gubernur tambahan Rp20 miliar, sehingga jumlahnya Rp55 miliar. Kalau sudah ditambahakan lagi menjadi Rp100 miliar, maka pembangunan tidak bisa ditunggu-tunggu lagi,” kata bupati.

Minggu Depan Beroperasi

Ditempat yang sama kepada wartawan, Kadishubkominfo Jhon Rettob menyatakan, pengoperasian bandara akan dilakukan pada minggu depan. Namun, sebelum dilakukan pelayanan, kata Rettob, yang perlu dilakukan dan diperhatikan adalah mengecek rute penerbangan yang akan dilalui. Karena rute yang akan ditempuh nanti tidak hanya di daerah pegunungan saja, tetapi di bagian pesisir.

“Kalau pelayanan sudah bisa dilakukan, tapi pertama diawali dengan pengecekan rute dulu pilot-pilot, karena pilot ini baru terbang di Kabupaten Mimika dan daerah pesisir selatan, sehingga kami akan pengecekan proving flight itu dua hari kedepan. Sesudah itu, saya harap minggu depan kita sudah operasi,” ujar Rettob.

Menurut Rettob,  setiap pelayanan ke daerah pedalaman tetap di bayar dengan tidak memandang latar belakang siapa orangnya. “Tadikan saya sudah sampaikan dilakukan secara profesional dan komersial, artinya apa pelayanan itu tetap dilakukan dan tetap bayar,” ujar Rettob.

 Untuk itu, Rettob berharap kepada masyarakat Mimika agar tidak berpikir yang negatif tentang pesawat tersebut. Justru sebaliknya masyarakat harus merespon baik, karena pesawat tersebut beroperasi untuk kepentingan tidak hanya Mimika, tetapi juga Papua.

 “Jadi masyarakat Kabupaten Mimika jangan berpikir egois bahwa, pesawat ini hanya untuk Kabupaten Mimika, tetapi pesawat ini untuk kepentingan Papua. Jadi, kita harus ciptakan Timika ini harus menjadi jasa industri,” harap John.

Disinggung mengenai adanya maskapai yang nantinya akan bekerjasama dengan Pemkab Mimika dalam hal pelayanan penerbangan. John mengatakan, ada satu maskapai yang telah mengajukan permohonan kerjasama, namun sejauh ini maskapai tersebut masih terkendala ijin terbang, akibat sebuah insiden yang terjadi beberapa waktu lalu di Jogjakarta.

 “Batik Air sudah ajukan permohonan kesini, bahkan rutenya sudah disampaikan kepada kita terkait dengan pengembangan kapasitas rute Batik Air dari Jakarta ke Timika. Namun sementara ini Batik Air masih dalam bermasalah dengan Peraturan Mentri Nomor 159, terkait dengan insiden di Jogja sehingga dia belum bisa terbang kesini. Tapi kita harap pertengahan bulan maret proses itu sudah selesai, dan kalau sudah selesai maka saya kira tidak ada masalah,” ujar John.


Tidak Bermasalah 

Sementara itu, Kepala Bagian Pertanahan Kabupaten Mimika, Frits Hombore mengatakan, terkait dengan tanah pembangunan Badara Mozez Kilangin Baru hingga kini sudah tidak ada masalah lagi.

“Kalau tanah badara baru tidak ada masalah lagi dan tahun ini ada pengerjaan tahap kedua. Pengerjaan tahap kedua akan membuka jalan dari bandara baru tembus ke Petrose. Dari hasil survey membuka jalan tersebut akan digusur beberapa rumah bersertifikat dan satu kuburan,” kata Frits Hombore kepada wartawan di tempat yang sama.

Menurutnya, sebelum pengerjaan, pihak Pertanahan sudah melakukan koordinasi dengan para pemilik lahan, rumah serta kuburan. Dari hasilnya survey, mereka sangat setuju untuk dilakukan pembongkaran asalkan harus buat perhitungan.

“Karena sudah berkoordinasi, sehingga kami membuat perhitungan mulai dari lahan, pembangunan rumah, serta pemindahan satu kubur tersebut. Pembangunan jalan tersebut dengan dua jalur seluas 24 meter,”ujar Frits.

 “Yang kami sudah pernah bayar, tidak bisa dibayar. Sebelumnya diberikan sosialisasi kepada, mereka silakan proses kalau memang Pemkab ada menyalagunakan kewenangan. Tapi kalau ada dalam masalah lain, maka di pengadilan perdata,” tambah Frits.

Sementara Direktur Produksi  Asian One Air  Ir. Rustino Prowiro, MM kepada wartawan ditempat yang sama mengatakan, pihaknya siap melayani 15 rute penerbangan.

“Sebelumnya  kami dari direksi mengucapkan terimakasi atas dioperasikan  peswat milik Mimika,  kami sebagai pemegang AOC-135007  yang telah sah untuk mengoperasikanpesawat secara komersil  dari direktorat jendral perhubungan, “ ujarnya

Dijelaskanya, Air Asia One  Air berdiri sejak tahun 2013,  sehingga baru tiga tahun beroperasi .

“ Kami baru tiga tahun beroperasi, dan kami baru mengoperasikan tiga pesawat caravan, satu tecnal buatan Itali, dan satu helicopter.  Untuk helicopter ini sudah ada di malaysia, dan bulan depan  sudah beroperasi disini,” jelasnya.

Dikatakan  Rustino,  pengoperasian pesawat  akan dilakukan secara profesional,  dikarenakan semua laporan akan diaudit setiap saat oleh Disnas Perhubungan.

“Jadi kami betul –betul bertangung jawab dalam hal pengoperasian peswat milik Pemda Mimika dan milik PT  Asia One Air,” katanya. (Ricky Lodar/ Ervi Ruban/ Indriyani)

Artikel Terkait

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel