-->

Sejumlah PAUD Terkendala Operator

SAPA (JAYAPURA) – Batas akhir input Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi Pendidikan Usia Dini (PAUD) semester dua ditetapkan pada 29 Februari 2016. Namun sejumlah PAUD masih terkendala dengan tenaga operator.

“Itu kendala utama kami, apalagi PAUD kami ini baru berumur jagung. Kami juga belum bisa memberikan honor kepada tenaga baru (operator-red),” kata kepala sekolah SAB, Fena Tumbuan di ruang kerjanya, Senin (15/2).

Pada pelatihan aplikasi yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Jayapura beberapa waktu lalu pihaknya mengirim salah satu guru aktif yang paham betul dengan pengoperasian komputer.

 “Padahal permintaan dari dinas bahwa harus tenaga operator yang bukan guru aktif sehingga pekerjaannya bisa terfokus. Namun bagaimana lagi,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Sekolah TK Negeri Pembina, Elisabet mengatakan sebagai TK Pembina dari beberapa PAUD dan TK yang ada di wilayah Abepura namun pihaknya juga mendapat kendala masalah tenaga honorer.

“Dengan terpaksa kami mencari orang yang mengerti dengan komputer untuk dikontrak menjadi tenaga honorer. Kini kami sudah mendapatkan tenaga honorer tersebut namun tenaga honorer tersebut masih berstatus sebagai mahasiswa. Untuk itu, waktu masih dibagi antara tugasnya sebagai mahasiswa dan juga kepada kami disini,” katanya.

Ia berharap dari Dinas Pendidikan Kota Jayapura menyiapkan satu pengawai untuk mengurus pendaftaran seluruh PAUD yang ada di Kota Jayapura, sebab tidak semua PAUD yang ada di Kota Jayapura memiliki fasilitas komputer atau laptop yang sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh pihak Dinas Pendidikan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Paud Dikmas Kota Jayapura, Cliford Korwa mengatakan sesuai arahan dari Direktorat Paud dan Dikmas, pada 29 Februari 2016 ditetapkan batas akhir input data laporan semester kedua sudah harus masuk ke Rektorat.

“Kita tahu bersama bahwa Paud-Paud yang ada di Kota Jayapura memiliki banyak kekuarangan dalam hal sarana dan prasaran penunjang untuk melakukan input dana ke Rektor. Untuk itu, hari ini kami memberikan pelatihan kepada tenaga operator Paud untuk bisa mengisi data Paud mereka sehingga bisa terdaftar di Direktorat Paud dan Dikmas,” katanya. (jubi)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel