Pemda dan LPMAK Harus Tingkatkan Pendidikan
pada tanggal
Friday, February 26, 2016
SAPA (TIMIKA) - Wakil Bupati Kabupaten Mimika Yohanis Basang, mengharapkan adanya kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme – Kamoro (LPMAK) untuk memajukan pendidikan, khususnya pendidikan anak Daerah.
“LPMAK selalu mengirim anak-anak Daerah untuk sekolah di luar Timika. Padahal di Timika ada sarana pendidikan, yang sudah disiapkan Pemkab dan itu Aset Daerah. Karena itu bagaimana agar anak Daerah dimasukan ke sana, dan tinggal mengambil tenaga pendidik handal dari luar saja. Dengan begitu aset daerah pun digunakan oleh anak daerah,” ungkap Basang di Multi Purpose, Senin (15/2).
Lanjut Basang, aset Pemerintah yang dimaksud disini adalah Sekolah berpola asrama Sentra Pendidikan. Sentra pendidikan ini dikhususkan bagi anak-anak asli Amungme dan Kamoro. Tetapi karena anak Amor kurang sehingga diberikan kesempatan kepada anak-anak dari lima suku kekerabatan.
“Pemerintah Kabupaten sudah bangun Gedung megah dan sediakan fasilitas yang lengkap, tetapi penghuni sangat sepi karena kurangnya anak daerah yang masuk ke Sentra Pendidikan,” lanjut Basang.
Dia menambahkan, kurangnya anak karena lebih banyak anak yang diikutkan dalam program beasiswa LPMAK. Karena itu dalam kesempatan ini Pemkab dan LPMAK harus duduk bersama, bersinergis dalam rangka mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kenapa tidak tampung anak-anak di sentra pendidikan, yang sudah dibagun Pemerintah begitu megah, tinggal LPMAK dan Pemkab bekerjasama datangkan tenaga pendidik hebat supaya itu bisa jadi sekolah andalan kita, supaya aset ini bisa diberdayakan,” ungkap dia.
Nantinya itu asrama ini menjadi rujukan dari seluruh anak-anak Papua yang ada di Papua ini. Jangan menyekolahkan terus ke luar, lebih baik datangkan tenaga pendidik handal dan hebat yang bisa mendidik dan menjadi pamong disini.
“Mewakili Bupati disampaikan kalau bisa kita berkolaborasi, bersinergis,” harap wabup. (Maria Welerubun)
“LPMAK selalu mengirim anak-anak Daerah untuk sekolah di luar Timika. Padahal di Timika ada sarana pendidikan, yang sudah disiapkan Pemkab dan itu Aset Daerah. Karena itu bagaimana agar anak Daerah dimasukan ke sana, dan tinggal mengambil tenaga pendidik handal dari luar saja. Dengan begitu aset daerah pun digunakan oleh anak daerah,” ungkap Basang di Multi Purpose, Senin (15/2).
Lanjut Basang, aset Pemerintah yang dimaksud disini adalah Sekolah berpola asrama Sentra Pendidikan. Sentra pendidikan ini dikhususkan bagi anak-anak asli Amungme dan Kamoro. Tetapi karena anak Amor kurang sehingga diberikan kesempatan kepada anak-anak dari lima suku kekerabatan.
“Pemerintah Kabupaten sudah bangun Gedung megah dan sediakan fasilitas yang lengkap, tetapi penghuni sangat sepi karena kurangnya anak daerah yang masuk ke Sentra Pendidikan,” lanjut Basang.
Dia menambahkan, kurangnya anak karena lebih banyak anak yang diikutkan dalam program beasiswa LPMAK. Karena itu dalam kesempatan ini Pemkab dan LPMAK harus duduk bersama, bersinergis dalam rangka mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kenapa tidak tampung anak-anak di sentra pendidikan, yang sudah dibagun Pemerintah begitu megah, tinggal LPMAK dan Pemkab bekerjasama datangkan tenaga pendidik hebat supaya itu bisa jadi sekolah andalan kita, supaya aset ini bisa diberdayakan,” ungkap dia.
Nantinya itu asrama ini menjadi rujukan dari seluruh anak-anak Papua yang ada di Papua ini. Jangan menyekolahkan terus ke luar, lebih baik datangkan tenaga pendidik handal dan hebat yang bisa mendidik dan menjadi pamong disini.
“Mewakili Bupati disampaikan kalau bisa kita berkolaborasi, bersinergis,” harap wabup. (Maria Welerubun)