-->

Warga Kwamki Narama Terus Berperang, Sembilan Orang Terluka

SAPA (TIMIKA) – Masyarakat dari dua kelompok warga di Kwamki Narama, terus terlibat perang adat dengan menggunakan senjata tradisional panah. Dalam perang yang terjadi pada Rabu (15/6) pagi sejak pukul 06.00 hingga pukul 10.00 wit, mengakibatkan sembilan orang terluka terkena anak panah.

Berdasarkan pantauan Salam Papua terkait konflik perang adat di Kwamki Narama, kedua kubu kembali terlibat perang dan dilakukan d idalam hutan, akibatnya sejumlah korban berjatuhan akibat terkena anak panah. Berdasarkan informasi dilapangan, sebanyak tujuh orang dari kubu atas mengalami luka dan dua orang dari kubu bawah. Perang dilakukan tepatnya hutan depan Polsub sektor dan kantor Distrik Kwamki Narama.

Menurut Kabag Ops Polres Mimika, Kompol I Nyoman Punia, saat diwawancarai awak media di lokasi perang, manjelaskan bahwa perang ini sebenarnya sudah reda. Namun disebabkan adanya korban jiwa atas nama yaho Murib (30) pada Selasa (14/6) i, akibatnya kelompok kubu atas maupun kubu bawah terus menerus melakukan provokasi untuk memancing kedua kubu terlibat perang.

“Sebetulnya perang ini sudah reda, ini timbul lagi karena ada korban kemarin dan itupun kami sudah berulang kali cegah disini dan disitu, tapi mereka akhirnya mengambil kesempatan didalam hutan. Jadi dengan kejadian kemarin korban satu orang dihutan, makanya ini mulai menambah masalah baru lagi,” jelas I Nyoman Punia.

Tindakan kepolisian telah diambil, bahkan setiap pagi mitra kepolisian terus melakukan upaya-upaya imbuan kepada warga dari kedua kubu. Tidak hanya itu, penangkapan juga telah dilakukan bagi mereka yang membawa alat perang, namun semua itu belum bisa untuk menghentikan perang antar kedua kubu ini.

“Mereka ini sudah susah untuk kita hentikan, tetapi nantinya bersama pimpinan kita cari pola-pola lain lagi untuk bisa menghalau. Yang jelas kami disini dengan dibantu anggota Brimob dua pleton dan Polres Mimika, sudah kita sekat. Setiap mau perang kita bubarkan. Itu yang dari dulu kita sudah lakukan,” terangnya.

Selain itu diungkapkan, jumlah warga yang terlibat perang di Kwamki Narama semakin hari mulai bertambah, sebab warga yang berasal dari luar Kwamki Narama ikut bergabung. Bahkan warga dari luar daerah seperti dari Beoga, Sinak dan Ilaga, turut membantu kelompok mereka yang terlibat perang di Kwamki Narama.

“Soal penambahan warga dari luar Kwamki Narama, kita lihat dulu eskalasi disini, kalau memang lagi memanas, tetap kita minta bantuan tambahan personil. Kami baru dapat informasi warga dari Sp-Sp juga mulai bergabung disini dengan kelompok-kelompok disini. Mereka itu saling berempati, kalau ada masyarakat mereka dapat masalah, mereka ikut bergabung, tanpa diundang pun mereka akan datang untuk membantu kelompok mereka,” ungkapnya. (Saldi Hermanto)
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel