Nilai Tukar Petani Alami Kenaikan
pada tanggal
Thursday, June 2, 2016

“Kenaikan terjadi akibat turunnnya indeks harga diterima petani mengalami kenaikan 0,58 persen, sementara harga yang dbayar petani mengalami kenaikan 0,47 persen” kata Kepala BPS Provinsi Papua, Yohanes Debrito Priyoni saat berikan rilis bulanan BPS pada Rabu (1/6).
Dikatakannya, NTP Nasional pada Mei 2016 adalah 101,55 atau mengalami kenaikan 0,32 persen persen bila dibandingkan NTP April sebelumnya. “Hal ini disebabkan oleh turunnya indeks diterima petani mengalami kenaikan 0,42 persen dan indeks dibayar petani juga mengalami kenaikan 0,10 persen,”akunya.
Namun dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dua sebsektor menurut Priyono, tercatat memiliki NTP dibawa 100 yaitu subsector tanaman pangan sebesar 85,40 dan NTP subsektor peternakan sebesar 99, 36.
Sedangkan tiga subsector lainnya memiliki nilai NTP diatas 100 yaitu NTP subsector hortikulktura sebesar 103,63, NTP tanaman perkebunan rakyar sebesar 103.27 dan perikanan 104,23.
Sementara inflasi pedesaan pedesaan Papua pada bulan Mei mengalami kenaikan sebesar 0,61 persen, inflasi pedesaan terjadi karena adanya kenaikan indeksi pada beberapa sub kelompok pengeluaraan rumah tangga. Dimana kenaikan indeks terjadi pada subkelompok bahan makanan sebesar 0,86 persen.
“Sedangkan sub kelompok transportasi dan kemunikasi mengalami penurunan indeksi terbesar 0,15 persen,”jelasnya.
Jika dibandungkan dengan nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) April Papua pada bulan Mei 2016 mengalami kenikan 0,61 persen dari 108,12 menjadi 108, 78. (maria fabiola)