-->

Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Tolak ISIS di Timika

KKJB Tolak ISIS di Timika
SAPA (TIMIKA) -  Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Kabupaten Mimika, pada Sabtu (16/1) kemarin, menggelar aksi damai menolak Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) masuk daerah ini. Aksi damai yang dilakukan oleh ratusan masyarakat KKJB dilakukan di Bundara Timika Indah.

Sebelum melakukan aksinya, massa dari KKJB Kabupaten Mimika berkumpul di Pos Garda Kalurahan Kamoro Jaya (SP I). Dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Dan membentang poster yang bertuliskan “ KKJB mengutuk keras…aksi terorisme…di Pos Lantas Sarinah – Jakarta”. “ Kami warga Kota Timika mendukung penuh Polri, tangkap da berantas teroris di Indonesia TOLAK dan LAWAN TERORIS…”

Koordinator Lapangan H Bachroni yang dihubungi Salam Papua melalui teleponnya mengatakan, aksi damai ini merupakan bentuk lanjutan dari kejadian pengeboman di Sakinah-Jakarta. Dimana aksi tersebut dilakukan oleh ISIS. Dari hal tersebut, KKJB sangat menolak keberadaan ISIS. Dan penolakan ini dituangkan dengan menggelar aksi damai. Yang tujuannya, menuntut kepada Kepolisian untuk menuntas habis ISIS maupun Gafatar yang ada di Kabupaten Mimika.

Lanjutnya, dan karena KKJB ini merupakan organisasi masyarakat yang tidak memiliki payung hukum untuk melakukan penindakan. Sehingga peran dari KKJB sendiri sebagai pemberi informasi kepada aparat keamanan. Dalam arti, apabila melihat, mengetahui, dan mendengar hal-hal yang tidak di lazim dilingkungan masyarakat.

“ KKJB sudah membentuk garda-garda di seluruh satuan pemukiman (SP), yang bisa membantu untuk memberikan informasi, apabila ada hal-hal yang mencurigakan di daerah tersebut,”katanya.

Tambahnya, peran aktif dari seluruh masyarakat KKJB di Mimika ini sudah dipertegas dengan penyampaian dari Ketua KKJB Kabupaten Mimika, yang meminta untuk meningkatkan keamanan. Mulai dari kamtibmas sampai kepada orang-orang yang mencurigakan. Atau pihak-pihak yang tidak sepaham dengan ajaran Islam khususnya, dan yang mempengaruhi kondisi keamanan di lingkungan, untuk disampaikan kepada aparat keamanan.

“ Kami sudah membangun komunikasi, dengan memberikan intruksi. Dan intruksi itu sudah disampaikan saat pelaksanaan demo damai. Melalui radio komunitas KKJB, kami juga sudah woro-woro (sampaikan,red) kepada seluruh masyarakat KKJB terkait hal tersebut,”tuturnya.

Katanya, selain itu karena kejadian seperti pengeboman di Sakinah, Jakarta itu berada di Pulau Jawa. Maka aksi damai ini, juga untuk menepis bahwa tidak semua orang Jawa adalah teroris. Tetapi yang melakukan itu adalah oknum yang tidak memiliki dasar iman kuat. Karena itu, aksi ini dilakukan agar apa yang sudah dibangun KKJB dengan penuh kesolidan, tidak ditunggangi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“ Kami tidak ingin, kejadian yang ada di Pulau Jawa membawa nama buruk bagi masyarakat Jawa di daerah ini. Karenanya kami menolak tegas keberadaan ISIS ataupun pihak lain, yang mencoba mengacaukan keamanan di Indonesia, khususnya di Mimika,”ungkapnya.

H Bachroni yang juga tokoh muslim di Kabupaten Mimika menambahkan, sebenarnya Islam itu tidak identik dengan kekerasan. Tetapi Islam itu rahmatan lillalamin (pembawa rahmat bagi semua,red). Bukan hanya untuk umat muslim, tetapi untuk semua umat yang ada di dunia ini. Artinya, umat muslim di Kabupaten Mimika, untuk lebih peka terhadap kondisi yang ada dilingkungannya. Kalau ada hal-hal yang dicurigai untuk disampaikan kepada pihak keamanan.

“ Masyarakat harus proaktif terhadap kondisi kamtibmas di daerah ini. Karena tanggungjawab keamanan bukan hanya di aparat keamanan, tetapi juga menjadi tanggungjawab kita semua,”tuturnya.

Sementara Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Mimika Kompol I Nyoman Punia kepada wartawan di Bundaran Timika Indah mengatakan, ISIS ini meresahkan kitas semua dan itu harus diberantas. Namun pihaknya sadar tidak mampu melakukannya sendiri, oleh sebab itu butuh peranan seluruh masyarakat. “ Kami minta peran dari seluruh komponen masyarakat. Untuk lebih jeli dan melakukan pengecekan terhadap orang-orang yang mencurigakan. Apalagi di daerah ini banyak orang asing yang bekerja di PT Freeport Indonesia. (Muji)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel