Warga Diminta Sumbang Darah di PMI
pada tanggal
Monday, June 27, 2016
SAPA (JAYAPURA) - Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan (UP2K) Papua mengimbau warga masyarakat Jayapura dan sekitarnya menyumbangkan darah sebab stok di Palang Merah Indonesia tidak mencukupi kebutuhan pasien.
Direktur I UP2KP Agustinus Raprap, di Jayapura, Sabtu (25/6), mengemukakan, di RSUD dok II Jayapura, banyak pasien yang membutuhkan transfusi darah, PMI sedang krisis stok, bahkan darah golonga B tidak ada sama sekali.
Menurutnya, ada beberapa pasien yang mengalami kesulitan dan kemudian berkoordinasi dengan UP2KP dan benar-benar bahwa kini di PMI kini krisis darah, khususnya golongan darah B.
"Untuk itu, saya selaku Direktur I UP2KP, memohon dan sekaligus mengimbau kepada penduduk Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura mari prihatin terhadap situasi ini," ujarnya.
Belakangan ini, katanya kebutuhan pasien akan darah meningkat dengan adanya kunjungan pasien yang tinggi, pasien operasi yang juga tinggi, kasus sesar yang tinggi dan masih banyak lagi yang membutuhkan pelayanan darah "Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura, baik secara pribadi, keluarga bahkan institusi, khususnya kami mohon kepada kesatuan-kesatuan seperti TNI/Polri untuk membantu menyambung darah," ujarnya.
Dia mengatakan, di kesatuan-kesatuan itu anggotanya sehat-sehat , diharapkan agar ada kesedian hatinya untuk dapat menyumbangkan setetes darah untuk kehidupan orang lain.
"Kita tahu bersama bahwa beberapa hari lalu Hari Palang Merah Indonesia, tapi kenyataan bahwa saat ini golongan darah B sangat kurang, nah ini berarti kita sangat membutuhkan ularan tangan dari setiap orang untuk dapat menyumbangkan darahnya demi penyelamatan manusia," ujarnya.
Ia menambahkan PMI juga meningkatkan kegiatan donor darah melalui jalinan kerja sama dengan berbagai pihak.
"Kami mengimbau atau meminta kepada PMI agar mungkin lebih giat meningkatkan kegiatan pendonoran darah dengan membangun jalinan hubungan kerja sama dengan berbagai pihak dan juga mahasiswa untuk donor darah," kata Agustinus .
Dia mengatakan perlunya diperkuat hubungan dengan kesatauan-kesatuan, terutama dengan TNI, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, agar personel mereka donor darah.
Selain itu, katanya, hubungan baik yang sama juga bisa dibangun dengan anak-anak Pramuka untuk donor darah "Karena anak-anak Pramuka khususnya anak SMA, mereka ini kan generasi yang sehat-sehat dan bisa mendonorkan darahnya," ujarnya.
Selain Pramuka, kerja sama juga dapat dibangun dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di semua perguruan tinggi di Jayapura secara khusus dan Papua secara umum, agar dapat mengkoordasi rekan-rekannya untuk menyumbang darah bagi pasien yang membutuhkan darah "Jika sudah ada hubungan kerja sama, UP2KP berharap agar dapat ditingkatkan," ujarnya.
Dia mengatakan di Jayapura saja sudah krisis darah, apalagi di kabupaten yang ada rumah sakit dan ada transfusi darah.
"Untuk itu kami mengimbau kepada badan pengurus PMI Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, yang dekat dengan RSUD Jayapura yang merupakan rumah sakit rujukan nasional, harus meningkatkan pendonoran darah," ujarnya.
Pengurus PMI Provinsi Papua juga diharapkan membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk dapat membantu meningkatkan donor darah.
Hingga kini, pihaknya optimistis bahwa PMI sudah melakukan kegiatan donor darah, namun diharapkan ke depannya dapat ditingkatkan.
"Mungkin juga ada kiat-kiat baru yang digali lagi agar ada kesediaan dari masyarakat," ujarnya. (ant)
Direktur I UP2KP Agustinus Raprap, di Jayapura, Sabtu (25/6), mengemukakan, di RSUD dok II Jayapura, banyak pasien yang membutuhkan transfusi darah, PMI sedang krisis stok, bahkan darah golonga B tidak ada sama sekali.
Menurutnya, ada beberapa pasien yang mengalami kesulitan dan kemudian berkoordinasi dengan UP2KP dan benar-benar bahwa kini di PMI kini krisis darah, khususnya golongan darah B.
"Untuk itu, saya selaku Direktur I UP2KP, memohon dan sekaligus mengimbau kepada penduduk Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura mari prihatin terhadap situasi ini," ujarnya.
Belakangan ini, katanya kebutuhan pasien akan darah meningkat dengan adanya kunjungan pasien yang tinggi, pasien operasi yang juga tinggi, kasus sesar yang tinggi dan masih banyak lagi yang membutuhkan pelayanan darah "Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura, baik secara pribadi, keluarga bahkan institusi, khususnya kami mohon kepada kesatuan-kesatuan seperti TNI/Polri untuk membantu menyambung darah," ujarnya.
Dia mengatakan, di kesatuan-kesatuan itu anggotanya sehat-sehat , diharapkan agar ada kesedian hatinya untuk dapat menyumbangkan setetes darah untuk kehidupan orang lain.
"Kita tahu bersama bahwa beberapa hari lalu Hari Palang Merah Indonesia, tapi kenyataan bahwa saat ini golongan darah B sangat kurang, nah ini berarti kita sangat membutuhkan ularan tangan dari setiap orang untuk dapat menyumbangkan darahnya demi penyelamatan manusia," ujarnya.
Ia menambahkan PMI juga meningkatkan kegiatan donor darah melalui jalinan kerja sama dengan berbagai pihak.
"Kami mengimbau atau meminta kepada PMI agar mungkin lebih giat meningkatkan kegiatan pendonoran darah dengan membangun jalinan hubungan kerja sama dengan berbagai pihak dan juga mahasiswa untuk donor darah," kata Agustinus .
Dia mengatakan perlunya diperkuat hubungan dengan kesatauan-kesatuan, terutama dengan TNI, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, agar personel mereka donor darah.
Selain itu, katanya, hubungan baik yang sama juga bisa dibangun dengan anak-anak Pramuka untuk donor darah "Karena anak-anak Pramuka khususnya anak SMA, mereka ini kan generasi yang sehat-sehat dan bisa mendonorkan darahnya," ujarnya.
Selain Pramuka, kerja sama juga dapat dibangun dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di semua perguruan tinggi di Jayapura secara khusus dan Papua secara umum, agar dapat mengkoordasi rekan-rekannya untuk menyumbang darah bagi pasien yang membutuhkan darah "Jika sudah ada hubungan kerja sama, UP2KP berharap agar dapat ditingkatkan," ujarnya.
Dia mengatakan di Jayapura saja sudah krisis darah, apalagi di kabupaten yang ada rumah sakit dan ada transfusi darah.
"Untuk itu kami mengimbau kepada badan pengurus PMI Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, yang dekat dengan RSUD Jayapura yang merupakan rumah sakit rujukan nasional, harus meningkatkan pendonoran darah," ujarnya.
Pengurus PMI Provinsi Papua juga diharapkan membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk dapat membantu meningkatkan donor darah.
Hingga kini, pihaknya optimistis bahwa PMI sudah melakukan kegiatan donor darah, namun diharapkan ke depannya dapat ditingkatkan.
"Mungkin juga ada kiat-kiat baru yang digali lagi agar ada kesediaan dari masyarakat," ujarnya. (ant)