Lima Perguruan Tinggi Swasta di Tanah Papua Bermasalah
pada tanggal
Tuesday, June 28, 2016
SAPA (JAYAPURA) - Kopertis Wilayah XIV mendata tercatat lima perguruan tinggi swasta (PTS) di Papua dan Papua Barat bermasalah.
Koordinator Kopertis Wilayah XIV Vestus Simbiak di Jayapura, Senin, mengakui kelima PTS bermasalah itu berlokasi di Papua dan Papua Barat, di antaranya ISTI Manokwari dan Akper Yamas Jayapura.
Untuk Institute Sains dan Tehnologi Manokwari disarankan untuk menurunkan gradenya menjadi sekolah tinggi mengingat tidak terpenuhinya kewajibannya yakni memiliki 32 dosen lulusan S2, dan gedung perkuliahan serta laboratorium.
"Saat ini ISTI Manokwari tidak memiliki gedung beserta fasilitas serta tenaga pengajar sehingga kopertis menyarankan agar diubah menjadi sekolah tinggi," ucap Simbiak seraya menambahkan ISTI Manokwari juga diminta tidak mewisuda para lulusannya karena belum memenuhi persyaratan.
Mantan Rektor Universitas Cenderawasih Jayapura itu mengatakan, untuk kasus akademi perawat (Akper) Yanmas Jayapura tim dari Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) sudah ke Jayapura dan merekomendasikan beberapa hal termasuk tidak menerima mahasiswa baru.
Bahkan Dikti juga menyarankan agar Akper Yanmas menarik kembali ijasah yang sudah dikeluarkan agar diberi nomor seri serta mengikut sertakan mahasiswa yang belum ikut uji kompetensi.
"Mudah-mudahan saran dari Dikti dan Kopertis ditindak lanjuti oleh kedua perguruan tinggi," harap Koordinator Kopertis XIV Papua dan Papua Barat Vestus Simbiak. (ant)
Koordinator Kopertis Wilayah XIV Vestus Simbiak di Jayapura, Senin, mengakui kelima PTS bermasalah itu berlokasi di Papua dan Papua Barat, di antaranya ISTI Manokwari dan Akper Yamas Jayapura.
Untuk Institute Sains dan Tehnologi Manokwari disarankan untuk menurunkan gradenya menjadi sekolah tinggi mengingat tidak terpenuhinya kewajibannya yakni memiliki 32 dosen lulusan S2, dan gedung perkuliahan serta laboratorium.
"Saat ini ISTI Manokwari tidak memiliki gedung beserta fasilitas serta tenaga pengajar sehingga kopertis menyarankan agar diubah menjadi sekolah tinggi," ucap Simbiak seraya menambahkan ISTI Manokwari juga diminta tidak mewisuda para lulusannya karena belum memenuhi persyaratan.
Mantan Rektor Universitas Cenderawasih Jayapura itu mengatakan, untuk kasus akademi perawat (Akper) Yanmas Jayapura tim dari Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) sudah ke Jayapura dan merekomendasikan beberapa hal termasuk tidak menerima mahasiswa baru.
Bahkan Dikti juga menyarankan agar Akper Yanmas menarik kembali ijasah yang sudah dikeluarkan agar diberi nomor seri serta mengikut sertakan mahasiswa yang belum ikut uji kompetensi.
"Mudah-mudahan saran dari Dikti dan Kopertis ditindak lanjuti oleh kedua perguruan tinggi," harap Koordinator Kopertis XIV Papua dan Papua Barat Vestus Simbiak. (ant)