Kabel Optik Telkom Putus di Sarmi
pada tanggal
Tuesday, June 28, 2016
SAPA (JAYAPURA) - Kabel Optik milik PT Telkom kembali putus di Perairan Kabupaten Sarmi, dan membuat konektifitas daring di kawasan Jayapura mengalami gangguan.
"Gangguan ini sudah terjadi ketiga kalinya di perairan utara Papua sekitar Kabupaten Sarmi. Kejadian terakhir ini terjadi pada jarak 89 KM dari Jayapura, itu berdasarkan hasil ukur yang kami laksanakan," ujar Manager Network Area Telkom Witel Papua Maulani Filemon, di Jayapura, Senin.
"Namun dari arah Sorong ketika kami lakukan pengukuran ada juga terdapat titik putus yang lain, sehingga dalam penanganan kabel putus ini akan dilakukan investigasi lebih lanjut," sambungnya.
Ia pun menyebut Telkom Witel Papua sangat mengharapkan masalah ini cepat ditangani, namun otoritas yang menangani hal ini ada di Divisi Service Corporation Telkom yang ada di Bandung, Jawa Barat.
Filemon menduga terputusnya kabel optik tersebut dikarenakan oleh kejadian alam yang cukup besar sehingga mampu memutuskan jaringan bawah laut Telkom.
"Penyebabnya belum bisa diketahui pasti karena kejadiannya di bawah laut. Tapi kami menduga ada hubungan dengan terjadinya gempa beberapa hari yang lalu karena titik putusnya pada titik sebelum sampai reviter satu," kata dia.
Telkom pun mengaku kini sudah ada pengalihan jaringan dari kabel optik ke satelit. Karena kapasitas yang berbeda maka layanan yang didapat masyaralat pun jauh berkurang dari sebelumnya.
"Antisipasi Telkom kami punya jarngan satelit, tapi kuotanya terbatas. Kalau trafik Telkomsel sudah lebih dari 2 GB, yang tersedia sekarang sekitar 480 MB," ujar dia.
"Pasti semua layanan akan berdampak karena adanya keterbatasan bandwitch. Sekarang kami sedang mengusahakan adanya penambahan bandwitch." Ia pun mengaku bila kini belum ada estimasi pasti mengenai berapa lama masa perbaikan yang diperlukan untuk kembali menyambung kabel optik Telkom.
"Masa perbaikan yang sudah dibahas diestimasi paling lambat dua bulan, tapi kita belum bisa pastikan waktu pastinya karena penanganan ada di tim pusat," kata Filemon. (ant)
"Gangguan ini sudah terjadi ketiga kalinya di perairan utara Papua sekitar Kabupaten Sarmi. Kejadian terakhir ini terjadi pada jarak 89 KM dari Jayapura, itu berdasarkan hasil ukur yang kami laksanakan," ujar Manager Network Area Telkom Witel Papua Maulani Filemon, di Jayapura, Senin.
"Namun dari arah Sorong ketika kami lakukan pengukuran ada juga terdapat titik putus yang lain, sehingga dalam penanganan kabel putus ini akan dilakukan investigasi lebih lanjut," sambungnya.
Ia pun menyebut Telkom Witel Papua sangat mengharapkan masalah ini cepat ditangani, namun otoritas yang menangani hal ini ada di Divisi Service Corporation Telkom yang ada di Bandung, Jawa Barat.
Filemon menduga terputusnya kabel optik tersebut dikarenakan oleh kejadian alam yang cukup besar sehingga mampu memutuskan jaringan bawah laut Telkom.
"Penyebabnya belum bisa diketahui pasti karena kejadiannya di bawah laut. Tapi kami menduga ada hubungan dengan terjadinya gempa beberapa hari yang lalu karena titik putusnya pada titik sebelum sampai reviter satu," kata dia.
Telkom pun mengaku kini sudah ada pengalihan jaringan dari kabel optik ke satelit. Karena kapasitas yang berbeda maka layanan yang didapat masyaralat pun jauh berkurang dari sebelumnya.
"Antisipasi Telkom kami punya jarngan satelit, tapi kuotanya terbatas. Kalau trafik Telkomsel sudah lebih dari 2 GB, yang tersedia sekarang sekitar 480 MB," ujar dia.
"Pasti semua layanan akan berdampak karena adanya keterbatasan bandwitch. Sekarang kami sedang mengusahakan adanya penambahan bandwitch." Ia pun mengaku bila kini belum ada estimasi pasti mengenai berapa lama masa perbaikan yang diperlukan untuk kembali menyambung kabel optik Telkom.
"Masa perbaikan yang sudah dibahas diestimasi paling lambat dua bulan, tapi kita belum bisa pastikan waktu pastinya karena penanganan ada di tim pusat," kata Filemon. (ant)