-->

Pelatih Nilai Manny Memang Kalah Lawan Flyod

Pelatih Nilai Manny Memang Kalah Lawan Flyod
SAPA (MANILA)  - Sebagian besar publik menilai Manny Pacquiao adalah pemenang dalam ‘Fight of the Century’ melawan Floyd Mayweather Jr pada 3 Mei 2015. Akan tetapi, tidak demikian buat pelatih Pacman sendiri yakni Freddie Roach.

Laga yang diselenggarakan di MGM Grand, Las Vegas, Amerika Serikat, itu menyedot perhatian pencinta tinju. Pasalnya, selain melibatkan uang dalam jumlah besar, Pacquiao diprediksi bisa menghentikan rekor sempurna milik Mayweather.

Akan tetapi, Pacquiao tidak bisa memenuhi ekspektasi lantaran kalah secara unanimous decision oleh Mayweather. Hasil tersebut ternyata mengundang kecaman lantaran dinilai tidak adil, sebab The Fighting Congressman –julukan Pacquiao– bertarung lebih baik dan agresif ketimbang The Pretty Boy.

“Manny berpikir dia memenangi pertarungan dan banyak orang bilang bahkan kami menang. Banyak sekali orang yang bilang kami dirampok pada malam itu, tak peduli kulit putih atau hitam. Semua ras bilang ke saya bahwa Manny adalah pemenangnya,” kata Roach, seperti dikutip On The Ropes Boxing, Jumat (12/2).

“Dalam benak saya, saya tidak berpikir Manny pemenangnya. Tapi, saya tidak menonton kembali pertarungan itu karena terlalu kecewa dengan penampilan Manny,” jelasnya.

Duel antara Floyd dan Manny memang sudah berlalu hampir setahun lamanya, dan bahkan kedua petinju tersebut sudah memutuskan untuk tak lanjut di olahraga tinju. Sebab Floyd pensiun pada September 2015 sedangkan Pacquiao bakal pensiun usai duel dengan Timothy Bradley pada 9 April 2016.

Namun, wacana mengenai munculnya pertarungan ulangan antara Pacman melawan The Money masih terus bergema. Sosok yang mengamini duel itu terwujud adalah komedian asal Amerika Serikat yakni, Marlon Wayans.

Bahkan Wayans percaya apabila duel Pacquiao vs Mayweather Jr. jilid II benar-benar terjadi, maka akan menjadi pertarungan yang lebih baik ketimbang edisi sebelumnya.

“Anda dapat melihat bahwa Manny Pacquiao tidak menyarankan tinju seperti biasanya. Sesuatu mengganggunya. Bukan karena Floyd terlalu cepat, tapi Pacquiao yang terlalu lambat karena bermasalah pada bagian bahunya,” ujar Wayans, seperti dikutip ESPN, Senin (1/2).

“Floyd mungkin saja menang apabila pertarungan ulangan itu benar-benar terjadi. Akan tetapi saya rasa akan menjadi pertarungan yang lebih menarik. Dunia butuh untuk melihat pertarungan ulang tersebut,” sambung pria berusia 43 tahun itu.

Di dalam pertarungan Pacquiao vs Mayweather Jr yang berlangsung di MGM Grand Garden, Las Vegas, 2 Mei 2015, The Best Ever sukses keluar sebagai pemenang usai unggul mutlak dalam hitungan angka atas petinju asal Filipina tersebut. (okz)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel