-->

Komite SDN 4 Ingin Harmonisasi Pemimpin Karena Tidak Maksimal

Komite SDN 4 Ingin Harmonisasi Pemimpin Karena Tidak Maksimal 
SAPA (TIMIKA) – Komite Sekolah mengharapkan adanya harmonisasi kepemimpinan di SDN IV Timika, Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komite SDN IV Alwi Renhoran,SH pada pertemuan antara komite dan orang tua murid, Sabtu (30/1).

“Bagi kami, seorang Kepala Sekolah bukan hanya memimpin suatu sekolah, tetapi juga harus bisa berperan sebagai orang tua dari anak-anak dan guru yang ada di sekolah. Tetapi yang terjadi sekarang, tidak ada harmonisasi antara Kepala Sekolah yang baru dengan orang tua murid dan sebagian guru. Hal ini membuat guru pun membuat kelompok-kelompok yang pro dan kontra, sehingga orang tua merasa bagaimana nasib anak-anak disekolah saat tidak adanya harmonisasi,” ujar dia saat ditemui Salam Papua usai pertemuan di sekolah yang berada di jalan Trikora, Kelurahan Dingo Narama.

Alwi mengatakan, tujuan dari pertemuan antara komite dan orang tua murid sebenarnya untuk menyampaikan apa yang menjadi aspirasi orang tua yang sudah disampaikan dalam bentuk surat penolakan kepada kepala sekolah yang baru.

“Surat itu juga sudah disampaikan ke Bupati dan tebusan ke Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan. Hasil surat yang sudah disampaikan  ke Bupati, menurut Asisten IV dan Kadispendasbud pada pertemuan beberapa hari lalu, telah disampaikan bahwa Kepala Sekolah yang baru tetap akan menjalankan sekolah dan kepala sekolah yang lama tetap juga menjalankan tugas sebagai pengawas di Dispendasbud,” tutur dia.

Pada intinya kami tidak persoalkan siapa yang mau menjadi Kepala Sekolah karena itu hak Pemerintah Daerah yang memutuskan bukan orang tua.

“Tetapi yang kami lihat dan kami rasakan adalah dampak dari pergantian Kepala Sekolah ini, karena sejak adanya pergantian di sekolah saja para guru sudah membuat kelompok-kelompok. Dan akibat dari kelompok guru ini, jam belajar tidak efektif dan guru pulang diatur sendiri sehingga jam kosong banyak sekali,”ungkap Alwi.

Lanjut Alwi, anak-anak kelas VI sudah masuk persiapan UN. Bagaimana anak-anak mau disiapkan kalau permasalahan dalam sekolah saja belum diselesaikan. Ini semua hanya karena pergantian Kepala Sekolah, yang mana berlangsung saat mau habis tahun ajaran.
“Tidak bisakah pergantian kepala sekolah dilakukan setelah tahun ajara baru, agar kepala sekolah yang lama selesaikan tugasnya sampai anak-anak selesai ujian dan kepala sekolah yang baru mulai beraktifitas saat masuk tahun ajaran baru, agar tidak ada permasalahan dan korban dari pergantian ini,” ungkap dia.

Dia menambahkan, kesimpulan dari pertemuan ini yaitu orang tua sarankan kepada komite sekolah untuk menyurat kembali dan tetap mempertahankan kepsek lama sampai akhir tahun ajaran baru. 

“Komite sekolah tidak membela satu pihak tetapi sifatnya netral hanya memikirkan nasib anak-anaknya. Sehingga diharapkan kepada Pemerintah Daerah agar bisa melihat kembali dampak dari pergantian kepala sekolah menjelang akhir tahun ajaran. Dan tidak mungkin satu sekolah punya dua kepempimpinan,” tutup dia. (Maria Welerubun)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel