Distrik Mbua Kekurangan Tenaga Medis
pada tanggal
Monday, January 25, 2016
SAPA (JAYAPURA) - Bupati Nduga, Yarius Gwijangge membenarkan pernyataan legislator Papua, Emus Gwijangge yang menyebut tenaga medis di Distrik Mbua minim. Kata Yarius hingga kini pihaknya juga kesulitan menurunkan tenaga medis ke Distrik Mbua lantaran medis di kabupaten itu juga minim.
"Memang benar di Mbua tenaga medis kurang. Namun kami bukan berarti lepas tangan begitu saja. Kami lagi berupaya bagaimana agar masyarakat Mbua bisa mendapat pelayanan medis," kata Yarius di Jayapura, Jumat (22/1).
Katanya, ia memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Nduga pro aktif. Jangan hanya menunggu laporan. Jika seperti itu, tak akan ada solusi, sementara masyarakat kini butuh pengobatan.
"Kami terus berupaya mencari solusi, mengatasi penyakit yang diderita masyarakat Mbua," ucapnya.
Mengenai adanya dana bantuan Gubernur Papua, Lukas Enembe senilai Rp. 1 miliar untuk menangani kasus Mbua, Yarius juga membenarkan hal itu. Katanya, dana itu akan dipergunakan untuk keperluan masyarakat Mbua. Pemkab tak berhak menahan dana tersebut.
"Saya sudah perintahkan kepada Kepala Dinas Keuangan Nduga untuk mencairkan dana itu. Itu bukan dana APBD Kabupaten Nduga. Itu dana untuk membantu masyarakat Mbua. Kini pencairan dana itu sedang dalam proses," katanya.
Sebelumnya, legislator Papua dari daerah pemilihan Nduga dan sekitarnya, Emus Gwijangge mengatakan, masyarakat Mbua kini butuh tenaga medis. Katanya, ketika ia mengunjungi distrik itu beberapa pekan lalu, hanya ada dua mantri di Distrik Mbua.
"Itupun mantri bukan dari pemerintah, tapi didikan misionaris. Kalau bantuan bahan makanan dan obat-obatan sudah banyak, tapi bagaimana masyarakat mau mengkonsumsi obat kalau tak ada tenaga medis yang memberikan pentunjuk," kata Emus awal pekan ini. (Arjun)
"Memang benar di Mbua tenaga medis kurang. Namun kami bukan berarti lepas tangan begitu saja. Kami lagi berupaya bagaimana agar masyarakat Mbua bisa mendapat pelayanan medis," kata Yarius di Jayapura, Jumat (22/1).
Katanya, ia memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Nduga pro aktif. Jangan hanya menunggu laporan. Jika seperti itu, tak akan ada solusi, sementara masyarakat kini butuh pengobatan.
"Kami terus berupaya mencari solusi, mengatasi penyakit yang diderita masyarakat Mbua," ucapnya.
Mengenai adanya dana bantuan Gubernur Papua, Lukas Enembe senilai Rp. 1 miliar untuk menangani kasus Mbua, Yarius juga membenarkan hal itu. Katanya, dana itu akan dipergunakan untuk keperluan masyarakat Mbua. Pemkab tak berhak menahan dana tersebut.
"Saya sudah perintahkan kepada Kepala Dinas Keuangan Nduga untuk mencairkan dana itu. Itu bukan dana APBD Kabupaten Nduga. Itu dana untuk membantu masyarakat Mbua. Kini pencairan dana itu sedang dalam proses," katanya.
Sebelumnya, legislator Papua dari daerah pemilihan Nduga dan sekitarnya, Emus Gwijangge mengatakan, masyarakat Mbua kini butuh tenaga medis. Katanya, ketika ia mengunjungi distrik itu beberapa pekan lalu, hanya ada dua mantri di Distrik Mbua.
"Itupun mantri bukan dari pemerintah, tapi didikan misionaris. Kalau bantuan bahan makanan dan obat-obatan sudah banyak, tapi bagaimana masyarakat mau mengkonsumsi obat kalau tak ada tenaga medis yang memberikan pentunjuk," kata Emus awal pekan ini. (Arjun)