7 Anak di Kimaam Meninggal Dunia akibat Wabah Serampah
pada tanggal
Wednesday, January 27, 2016

SAPA (MERAUKE) – Lebih dari 30 anak-anak usia 0-10 tahun di Distrik Kimaam Kabupaten Merauke terserang wabah penyakit serampah. Dikabarkan, 7 bayi diantaranya meninggal dunia akibat penyakit itu.
Wabah serampah teridentifikasi sejak Desember 2015, saat itu sudah ada sejumlah anak yang terserang, dan sejak 10 Januari 2016 ada 10 anak (bayi) meninggal dunia.
“Wabah datang di puncak kemarau, Desember. Beberapa anak langsung kena,” ungkap Mantri yang bertugas di Distrik Kimaam, Herman Kaimbe di Merauke kepada Salam Papua, Senin (25/1).
Herman mendatangi Komisi A DPRD Merauke untuk menyampaikan peristiwa tersebut. Ia berharap pemerintah daerah segera menanggapi peristiwa tersebut.
“Ini sudah kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Yang terserang lebih dari 30 anak, 7 meninggal sejak 10 Januari,” sebutnya.
Ia menyebut wabah serampah menyerang 5 kampung di Kimaam, yakni Mambum, Kiworo, Woner, Deka dan Kimaam. Sebagian memang berhasil diselamatkan karena mendapat pertolongan medis di puskesmas setempat.
Hanya saja, ia mengkuatirkan beberapa kampung lain di wilayah Pulau Kimaam turut terserang wabah serampah. Lantaran pulau Kimaam sendiri secara administrasi terbagi dalam 4 distrik.
Menurutnya, kasus wabah serampah sudah dilaporkan kepada Dinas Kesehatan, namun hingga kini belum direspon. “Kami sudah lapor ke dinas, tapi belum ada jawaban. Terutama kami butuh tambahan obat,” ujarnya.
Disebutkan, ada 11 kampung di Distrik Kimaam. Baru 5 kampung yang diketahui terserang wabah serampah. “Yang saya tahu baru 5 kampung, kampung-kampung lainnya saya tidak tahu,” pungkasnya.
Ketua Komisi A DPRD Merauke, Moses Yeremias Kaibu menyatakan kasus serampah di Kimaam sebagai kejadian luar biasa (KLB).
“Dinas Kesehatan harus cepat dan segera menyikapi ini. Kami akan panggil dinas. Itu baru data dari 5 kampung. Belum kampung yang lain, belum distrik tetangganya lagi. Jadi saya kira korbannya lebih dari itu,” tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan Merauke, Stefanus Osok mengaku belum menerima informasi kasus serampah di Kimaam.
“Saya ada di luar kota, saya belum tahu. Nanti saya cek dulu, baru infokan,” katanya ketika dikonfirmasi melalui telepon. (emanuel)