-->

Produksi Telur Lokal Merauke Mencapai 70 Persen

Warga Merauke memborong telur dalam sebuah kegiatan pasar  murah
SAPA (MERAUKE) – Kebutuhan telur lokal pada bulan puasa saat ini cukup tinggi, permintaan telur mencapai 90.000-100.000 butir/hari. Kebutuhan telur tidak berimbang dengan produksi lokal yang baru 70 persen/hari.

“Memang permintaan cukup tinggi. Sementara kebutuhan tidak balance dengan produksi maksimal tingkat lokal. Setiap harinya baru sekitar 70%, dan ini memicu naiknya harga telur di pasaran,” ungkap Kepala Dinas Peternakan Merauke, Hanok Untajana, Senin (6/6).

Ia menerangkan, permintaan mencapai 100.000 butir/hari itu bukan hanya untuk kebutuhan komsumsi dalam Kabupaten Merauke, tetapi telur lokal juga memasok kebutuhan untuk tiga kabupaten pemekaran lainnya.

“Juga untuk memenuhi permintaan dari Boven, Mappi dan Asmat,” sebutnya.

Ia mengaku, saat ini harga telur berkisar hingga Rp90.000/rak, jika sebelumnya hanya Rp70.000-Rp75.000/rak. Untuk menstabilkan harga, butuh pasokan telur dari Surabaya.

“Permintaan yang tinggi juga menyebabkan harga ikut naik. Kita harap ini sifatnya sementara, dan bisa distabilkan. Setelah telur dari Surabaya masuk harga bisa stabil kembali,” katanya.

Untuk mengantisipasi permintaan yang cukup tinggi di bulan puasa, dinas akan menambah kuota ayam petelur di Merauke. 

“Dari 90 ribu ayam ras petelur, akan kita tambah kuotanya 50 ribu lagi. Dengan begitu stok telur akan tercukupi dan tak terjadi kelangkaan,” pungkasnya.

Salah satu produsen telur lokal, PT. Harvest Fulus Papua, mampu memproduksi 600.000 butir telur dalam sebulan. Rata-rata produksi perhari sebanyak 20.000 butir.

“Setiap hari kami produksi 20 ribu butir telur. Itu untuk memenuhi kebutuhan di Merauke,” terang David Arinata, produsen telur lokal Merauke.  
Menurutnya, harga telur yang dijual bervariasi, tergantung ukurannya. Butir telur besar dijual Rp70.000/rak, sedang Rp65.000/rak, dan kecil Rp60.000/rak. 

“Kalau yang kecil sekali tidak kami pasarkan. Kami benar-benar selektif,” ujar Arinata.

Ia mengatakan, jumlah produksi 20.000 butir sehari itu selalu habis terpasarkan. Lantaran animo masyarakat Merauke cukup tinggi untuk membeli telur lokal.(Emanuel)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel